HARARE
JAKARTA
Tuesday, 07 September 2010
             
 
Doing Business in Indonesia
Indonesia Trade Fair
Visa Application
Indonesia at a Glance
Studying in Indonesia
Photo Gallery
inbanner1.jpg
inbanner2.jpg
inbanner3.jpg
inbanner4.jpg
inbanner5.jpg
Embassy of the Republic of Indonesia
3, Duthie Avenue, Belgravia – PO. Box CY 69 Causeway
Harare – Zimbabwe
Phone : +263 4 251 799 / 250 072
Fax     : +263 4 796 586 / 796 587

Home arrow About Indonesia arrow Culture
Culture

SIARAN PERS

 

KOLABORASI SENI INDONESIA DENGAN ZIMBABWE

 

 

Pada tanggal 28 Juni 2010 Kedutaan Besar Republik Indonesia,  mengundang   Albert Tatirenyika Chimedza, Philip Uhareta dan Innocent B. Muteti , ketiganya adalah musisi spesialisasi instrument tradisional khas Zimbabwe yang disebut Mbira. Albert Tatirenyika Chimedza  bertindak selaku ketua group pemusik untuk Zimbabwe juga merupakan pimpinan dari Mbira Center di Zimbabwe.

 

Pertemuan tersebut bertujuan untuk berkolaborasi  dengan musisi Indonesia (sebagian besar pengajar pada Institut Seni Solo) yang merupakan penggabungan antara instrumen tradisional Indonesia, Gamelan dan Mbira. Tujuan jangka panjang dari kerjasama seni ini adalah untuk mengembangkan koreografi tarian tradisional yang dihasilkan dari kreasi gabungan antara harmonisasi bunyi yang dipadukan antara gamelan dan mbira, kerjasama seni ini dinamakan“ Mbiragamelan Dreams”. Albert Tatirenyika Chimedza menjelaskan bahwa tujuan dari kerjasama seni gabungan ini adalah untuk memperkenalkan dan mempromosikan kebudayan kedua negara melalui musik tradisional warisan leluhur yang juga sekaligus kekayaan budayaan Bangsa.

 

Sebagai pimpinan group, Albert Chimedza menjelaskan asal mula perjalanan kolaborasi antara gamelan dan mbira dimulai pada saat adanya beberapa rangkaian pertunjukan gamelan, tarian tradisional dan mbira di Wina, Austria pada tahun 2006. Pada saat itu Musisi Indonesia dan Zimbabwe melihat adanya kecocokan dan harmonisasi musik yang indah dari kedua kedua instrument musik asal kedua negara tersebut. Mengingat pada tahun 2008 Mbiragamelan Dreams yang digawangi oleh 5 (lima) pemusik asal Indonesia dan 4 ( empat ) pemusik asal Zimbabwe melakukan pertunjukan pada Harare International Festival of Art ( HIFA) paada saat itu Mbiragamelan Dreams menampilkan kolaborasi antara mbira dan gamelan serta tarian tradisional Indonesia.

 

Hal ini cukup menarik perhatian para audience yang hadir dan tak sedikit dari mereka yang mengatakan bahwa hal tersebut sangatlah unik dan patut untuk terus dikembangkan. Melihat adanya tujuan visi dan misi yang sama antara pemusik instrumen tradisional Indonesia dan Zimbabwe maka pada tahun yang sama Albert Chimedza memutuskan untuk mempelajari gamelan di Indonesia selama 3 ( tiga) bulan dan sebaliknya mengajar mbira untuk pemusik Indonesia, Albert Chimedza banyak dibantu oleh rekan-rekan musisi Indonesia yang sekaligus juga merupakan pengajar di Institut Seni Solo.

 

Pada tanggal 2 Juli 2010 Albert Chimedza beserta 2 (dua ) rekannya berangkat ke Solo untuk memenuhi undangan dari Panitia Solo International Ethnic Music Festival 2010 (SIEM 2010) yang akan berlangsung dari tanggal 7- 10 Juli 2010. SIEM merupakan salah pertunjukan musik yang melibatkan musisi-musisi dari banyak negara dan diperkirakan akan dihadiri sekira 10.000-15.000 penonton..

 

Setelah pelaksanaan Solo International Ethnic Music Festival 2010 berakhir, Albert Chimedza beserta kedua rekannya berencana untuk kembali mempelajari dan meningkatkan pengetahuan tentang gamelan selama kurang lebih 2 bulan bersama rekan-rekan yang memang cukup ahli dan piawai memainkan alat musik tersebut dan tidak berhenti sampai disitu saja karena Albert Chimedza juga akan memberikan pelajaran alat musik mbira kepada mahasiswa- mahasiwa  Institut Seni Solo. Untuk kelancaran proses belajar mengajar alat musik mbira maka KBRI Harare memberikan 7 (tujuh) set alat musik Mbira untuk disumbangkan kepada Institut Seni Solo yang telah dibawa serta oleh Albert Chimedza beserta kedua rekannya ke Solo.

 

Selama kurun waktu 2 bulan ketiga musisi asal Zimbabwe tersebut menimba ilmu tentang Gamelan di Indonesia.  

 

 
Home Terms & Condtions Disclaimer